Membuat FTP Server dengan Linux untuk Pemula

Banyak sekali software untuk membuat FTP Server yang sudah ada, baik itu di platform Windows maupun Linux. Dari mulai yang berbayar sampai yang gratisan (free). Sedangakn FTP itu sendiri singkatan dari File Transfer Protocol,atau disingkat dengan ftp yang menggunakan port 21 dan 20, adalah suatu jalur / media / alat untuk untuk proses transfer file dari suatu server ke server lain dalam jaringan internet. Protokol ini telah lama ada, Melalui prosedur inilah para web developer meletakkan file-file kelengkapan websitenya pada suatu hosting. Dengan ftp web mereka dapat mengerjakan situsnya secara offline, baru kemudian menguploadnya setelah situs tersebut siap diluncurkan.

Kali ini dari sekian banyak FTP Server saya hanya akan membahas salah satu FTP Server yang ada di Linux yaitu “vsftp”. Dari sekian banyak FTP Server di linux vsftp ini merupakan pilihan yang cocok digunakan untuk para pemula karena kemudahan dalam hal konfigurasinya. Namun memang tidak setangguh proftpd.

Diterbitkan di:  on Maret 6, 2009 at 3:19 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Tutorial Instalasi Distro Linux OpenSUSE 10.2

OpenSUSE adalah distro Linux versi komunitas yang didukung dan disponsori oleh Novell. OpenSUSE merupakan distro Linux open source dan gratis yang menjadi dasar pengembangan bagi distro Linux komersil yang disediakan oleh Novell, SUSE Linux Enterprise Server (SLES) dan SUSE Linux Enterprise Desktop (SLED).

Salah satu keunggulan utama dari OpenSUSE dibandingkan distro Linux lainnya adalah kelengkapan pustaka dan berlimpahnya software yang disertakan. Bersama Red Hat, SUSE adalah distro Linux versi awal yang terus bertahan dan berkembang hingga sekarang.

Banyak orang yang takut menggunakan OpenSUSE karena bias pada lisensi yang digunakan. OpenSUSE adalah distro Linux yang free dan open source. OpenSUSE dapat digunakan secara bebas dan tanpa biaya. Jika suatu perusahaan atau lembaga menginginkan varian distro berbasis SUSE yang disertai dukungan support, tersedia SLES dan SLED. Feature yang sudah stabil dan sudah teruji pada OpenSUSE merupakan dasar dari software yang disertakan pada SLES dan SLED.

Apakah ada beda antara SLED, SLES dan OpenSUSE yang merupakan versi komunitas ? Selain dari sisi support dan sedikit perbedaan penampilan, hampir tidak ada perbedaan mendasar antara versi komunitas dengan versi komersil. Kita dapat tetap menggunakan OpenSUSE secara penuh tanpa khawatir adanya pengurangan kualitas dan kelengkapan.

Jika menginginkan distro Linux yang stabil, mudah dalam melakukan deteksi perangkat keras, mudah dikelola dan didukung penuh oleh komunitas pengembang di seluruh dunia serta memiliki dukungan sponsor dari perusahaan besar, cobalah OpenSUSE.

Tutorial ini merupakan bagian dari panduan mengenai OpenSUSE yang ada pada Blog Komunitas OpenSUSE Indonesia.

Sebagai arsip online, tutorial yang sama bisa didapatkan pada Blog Migrasi Windows-Linux.

Diterbitkan di:  on at 3:17 am Tinggalkan sebuah Komentar

Mengenal Linux Ubuntu

Linux adalah salah satu sistem operasi yang menyita banyak perhatian para pengguna komputer di seluruh dunia. Tapi tahukah Anda dari mana asalnya Linux itu sendiri ???

Adalah seorang mahasiswa berkebangsaan Filandia yang merupakan orang pertama yang menemukannya. Linus Torvalds, demikianlah nama penemunya. Tak heran jika Linux dipakai menjadi nama operating system seperti nama penemunya. Agustus 1991, Linus mengerjakan versi 0.01. Dan pada tahun yang sama, tepatnya pada tanggal 5 October 1991, secara resmi meluncurkan versi 0.02.

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Sejarah Linux Ubuntu

Ubuntu berasal dari bahasa Afrika yakni “Humanity to Others” yang berarti “Kemanusiaan Untuk Sesama”. Atas dasar itulah diluncurkannya Linux Ubuntu yang dirilis pada tahun 2004. Sistem operasi ini adalah merupakan turunan dari sistem operasi linux yang lain, yakni Debian.

(lagi…)

Diterbitkan di:  on at 3:06 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags:

Tips Mencegah Server Linux dari IP Spoofing, Flooding dan Rootkit

Tips Mencegah Server Linux dari IP Spoofing, Flooding dan Rootkit

Anda mungkin pernah kesal dengan program mengganggu seperti spyware, malware maupun virus yang sangat menjengkelkan dan bahkan lebih parah lagi dapat merusak data2 yang ada pada komputer. Namun hal ini hanya terjadi pada keluarga Sistem Operasi (OS) Windows saja, barsyukurlah bila kita menggunakan Linux ). Ada satu perbandingan yang sangat menarik menurut saya. Silahkan coba install OS Windows yang fresh belum di install apapun juga termasuk patch, dan Linux yang juga fresh belum tersentuh patch. Lalu anda hubungkan ke Internet, lihat siapa duluan yang di install ulang. He..he.. Anda pasti tahu jawabannya.

Semua yang baca ini pasti saya anggap sudah tahu bahwa setiap Sistem Operasi tidak selalu aman dari berbagai gangguan yang dapat membahayakan data-data yang ada. Seperti pada keluarga OS Windows bahwa Linux juga memerlukan perhatian yang extra dalam masalah security. Walaupun linux secara default sudah tentu lebih aman dibandingkan Windows. Di Linux juga tidak menutup kemungkinan memiliki celah keamanan yang cukup membahayakan. seperti virus (namun jumlahnya sangat minim), rootkit (semacam program untuk mengambil alih root kita). flooding (pengiriman traffic besar diluar batas atau dikenal DDoS), Spoofing (menduplikat IP), dll

Untuk itu disini saya akan menjelaskan sedikit trik untuk mengamankan Linux kita dari serangan flooding dan IP spoffing serta bagaimana mengaudit Linux kita dari hal-hal yang membahayakan seperti rootkit yang ada.

Diterbitkan di:  on Juni 23, 2008 at 3:56 am Komentar (1)
Tags: